Tag Respon Negara Jepang Terhadap Pandemi Covid-19

Respon Negara Jepang Terhadap Pandemi Covid-19

Respon Negara Jepang Terhadap Pandemi Covid-19

Respon Negara Jepang Terhadap Pandemi Covid-19 - Jepang telah menangani pandemi COVID-19 jauh lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Misalnya, tingkat kematian untuk COVID-19 di Jepang adalah satu kematian per 100.000 orang. Jumlah ini jauh lebih rendah daripada negara lain, dengan tingkat kematian Amerika Serikat pada 59 kematian per 100.000 orang dan tingkat Inggris pada 62 kematian per 100.000. Jepang juga memiliki tingkat infeksi yang lebih rendah daripada negara lain. Jepang memiliki kurang dari 101 per 1.000.000 kasus baru COVID-19 yang dilaporkan sementara AS memiliki antara 501-1000 per 1.000.000. Apa yang dilakukan Jepang secara berbeda untuk membuat tingkat kematian infeksi jauh lebih rendah daripada negara-negara berpenghasilan tinggi lainnya? Budaya Jepang Salah satu alasan Jepang memiliki begitu sedikit kasus virus corona adalah budaya orang Jepang. Orang Jepang telah memakai masker wajah sejak pandemi flu pada tahun 1919. Masker juga biasa dipakai di Jepang saat musim dingin dan flu. Sehingga, saat pandemi COVID-19 melanda, pemakaian masker sebagai alat pelindung diri diterima secara luas dan digunakan oleh penduduk Jepang. Juga, budaya Jepang lebih jauh secara sosial. Misalnya, orang Jepang tidak berpelukan atau berjabat tangan saat berkenalan seperti yang dilakukan orang Amerika. Jarak sosial dan pemakaian masker datang secara alami kepada orang-orang Jepang, sehingga tingkat infeksi sangat rendah bagi mereka. Sistem Perawatan Kesehatan Jepang Jepang memiliki sistem perawatan kesehatan yang sangat regional yang telah membantu mereka meminimalkan dampak COVID-19. Institusi perawatan kesehatan Jepang, yang disebut Pusat Kesehatan Masyarakat (Public Health Centers/PHCs), mirip dengan Pusat Pengendalian Penyakit tetapi pada tingkat yang lebih lokal. Namun, ketika COVID-19 mencapai puncaknya di Jepang, Puskesmas berjuang untuk mengimbangi lonjakan pasien. Jadi, Puskesmas bereaksi cepat dan akan mengirim pasien ke Puskesmas yang tersedia dan sumber daya ke Puskesmas yang kekurangan. Tindakan cepat Jepang dan sistem perawatan kesehatan regional memungkinkan tingkat kematian COVID-19 tetap rendah dan penyebaran menjadi minimum. Dampak Negatif Virus di Jepang Meskipun Jepang memiliki infeksi yang relatif kecil dan tingkat kematian untuk COVID-19, kehidupan orang-orang Jepang telah sangat terpengaruh. Tingkat bunuh diri Jepang telah meningkat pesat sejak pandemi melanda. Ada 13.000 kematian bunuh diri di Jepang tahun ini; jumlah yang jauh lebih tinggi dari 2.000 kematian akibat COVID-19. Tingkat bunuh diri untuk Agustus adalah 15,4% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Kesulitan ekonomi, pengangguran dan isolasi dari masyarakat sebagai akibat dari COVID-19 Wanita Jepang telah terpengaruh secara tidak proporsional oleh efek sekunder COVID-19. Tingkat bunuh diri untuk wanita secara khusus telah meningkat 40%. Juga, 66% orang di Jepang yang kehilangan pekerjaan karena pandemi adalah perempuan. Sebagai tanggapan, Jepang telah meningkatkan pendanaannya terhadap sumber daya pencegahan bunuh diri sebesar 3,7 miliar yen ($35.520.000). Masa Depan Jepang di Tengah COVID Melihat ke depan, keamanan vaksin terlihat sangat baik untuk semua warga negara Jepang tanpa memandang status ekonomi. Pemerintah Jepang baru-baru ini menyetujui RUU untuk memberikan semua warga Jepang vaksin COVID-19 secara gratis. Menyediakan vaksin gratis akan memastikan setiap orang akan memiliki kesempatan untuk menerimanya. Karena biaya vaksin ditanggung, populasi besar Jepang dapat dilindungi dari COVID-19 di masa depan. Jepang tidak hanya berkembang dalam perang melawan COVID-19, negara ini juga memberikan bantuan untuk membantu negara lain mengatasi penyakit ini. Baru-baru ini, Jepang baru-baru ini menyumbangkan $2,7 juta kepada Pan American Health Organization (PAHO) untuk membantu negara-negara Amerika Latin dalam memerangi virus corona. Secara khusus, bantuan ini akan memberikan negara-negara Pan-Amerika dengan memperlambat penyebaran dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan dan memberikan informasi kepada warga tentang penyakit tersebut. Secara keseluruhan, Jepang telah menangani pandemi dengan sangat baik. Pendekatan unik mereka terhadap perawatan kesehatan regional bersama dengan kesediaan mereka untuk memakai masker telah sangat mengurangi kerusakan akibat COVID-19 di Jepang. Negara lain harus menggunakan tanggapan Jepang terhadap COVID-19 sebagai contoh. Respon cepat dan regional Jepang terhadap COVID-19 dikaitkan dengan tingkat kematian dan infeksi yang kecil. Negara-negara juga harus mempertimbangkan untuk memberikan vaksin kepada warganya untuk memastikan semua orang terlindungi dari COVID-19. Negara-negara kaya harus memperhitungkan negara-negara yang tidak mampu menyediakan vaksin bagi warganya. Untuk memastikan dunia kita mengatasi pandemi ini, sumber daya seperti vaksin, masker, dan ventilator perlu dialokasikan ke negara-negara berpenghasilan rendah.

Read More